REPIHAN DERITA
Melukai batinku…
Meninggalkan bekas dalam nurani…
Menyakitiku lagi, berulang kali…
Hingga darahku habis…
Hingga tubuhku mati rasa…
Saat-saat yang paling menyiksaku…
Adalah saat kurindukan dirimu…
Namun dirimu tak ada di sisiku…
Saat kusadari kau telah bersamanya..
Terasa penderitaan ini tiada ujungnya..
Kini ku terdiam menatap sepi..
Termenung dalam indahnya kerinduan…
Bagaimanapun aku tak bisa mengingkari…
Bahwa sesungguhnya ku merindukanmu…
Pilu jiwa tanpa kau disisi…
Menusuk masuk kedalam relung hati…
Coba ku lukis kau di ujung awan..
Namun tak jua tergaris keabadian…
Kerinduan ini tak berarti lagi…
Saat kau jemput impian bersamanya..
Kisahmu…
Mengukir hatiku dengan sembilu…
Melukis kalbuku dengan air mata…
Andai aku bisa terbang jauh…
Terbang jauh dari cerita tentangmu…
Pasti tak kan sesunyi ini…
Hidup dalam kekosongan…
Mencari-cari cahaya…
Menanti angin berhembus…
Ku hanya berharap…
Ku bisa pergi dari kenangan tentangmu…
Agar repihan luka ini…
Tak menderitakan ku lagi…








