HANYA DO’A
Mendung pagi ini….
Bersama rintikan gerimis….
Kuteteskan air mata, saat ku tau kau dalam nelangsa…
Ku tak kuasa menahan beratnya kepedihan ini…
Aku merasakan apa yang kau rasakan,
Dan aku mengerti apa yang tidak kau katakan…
Hujan pun mulai turun, membasahi tubuhku yang lemah…
Saat ku coba tersenyum hanya banyanganmu yang terlintas…
Ku slalu berdo’a untukmu di sela heningnya hariku…
Ku slalu berharap kau akan baik-baik saja…
Cinta…
Kau memenuhi pikiranku…
Memaksa diri untuk mencoba berlari mencarimu…
Aku tak kuasa melawan kenyataan….
Saat kusadari terlalu jauh jarak antara kita….
Dan ternyata aku pun bukan malaikat…
Yang dapat di sampingmu setiap waktu…
Dan aku juga tak bersayap…
Untuk dapat terbang menjagamu di sisi,
Cinta …
Maafkan aku yang tiada berdaya…
Saat dirimu teramat terluka…
Aku benci dengan diriku sendiri….
Yang tak bisa berbuat apa-apa terhadapmu…
Hanya do’a….
Selalu berdo’a…
Itu yang bisa ku lakukan untukmu…
Dan hanya doaku yang menemani tidur lelapmu…
Di sepanjang waktu, di sisa kehidupanku…
Aku ingin kau seperti dulu…
Bisa tertawa dan bercanda….
Ceria di tengah hiruk-pikuk dunia…
Cinta….
Kuteteskan lagi air mata malam ini…
Saat do’a itu terpanjat untukmu….
Ku harap kau segera baik…
Dan tak terlalu lama seperti ini…